| Makassar Pa'rasangan ta |
Bila anda menginjakkan kaki di kota Makassar,
sempatkanlah berjalan-jalan mengitari kota Anging Mammiri, nama lain dari kota
Makassar yang bermakna ‘angin sepoi-sepoi’. Cukup dengan duduk-duduk di
pelataran pantai Losari, kita sudah bisa menikmati semilirnya Anging Mammiri.
![]() |
Semilirnya Anging Mammiri akan memanjakan setiap pengunjung pantai Losari untuk betah
duduk berlama-lama hingga tak terasa mentari telah surut menuju peraduan di
balik cakrawala. Namun jangan buru-buru beranjak dulu, sebab seiring
menghilangnya mentari di ufuk barat, satu pemandangan alam berupa sunset akan segera tersaji di depan
mata, Konon ‘sunset’ pantai Losari merupakan sunset terindah di dunia.
Makin senja, suasana pelataran pantai Losari
makin ramai. Selain menikmati sunset, pengunjung juga bisa menikmati jajanan “pisang
epe”. Khusus untuk jajanan khas Makassar yang satu ini hanya dapat dijumpai
saat sore menjelang senja hingga tengah malam.
“Pisang epe memang cocoknya dimakan malam, untuk
menghangatkan badan,”ujar Daeng Rumpa, salah seorang penjaja pisang epe di
jalan Penghibur, tidak jauh dari pantai.
![]() |
Jejeran penjual pisang epe yang seketika memenuhi
tepian jalan di sepanjang garis pantai Losari Makassar bersamaan berakhirnya
siang, seakan menjadi penanda tibanya awal malam.
Tanpa komando, ratusan
gerobak penjual pisang epe segera berjejer rapi siap melayani pelanggan, sebuah
pemandangan rutin menjelang senja.
“Ini yang membuat saya selalu rindu untuk kembali
segera ke Makassar,”bathinku sambil memesan sepiring pisang epe.
Oiya, saking asyiknya sampai-sampai saya hampir
lupa menjelaskan apa itu “Pisang epe”. Pisang epe merupakan jajanan favorit
bagi orang-orang yang mengunjungi pantai Losari. Berkunjung ke pantai Losari
tanpa menikmati jajanan pisang epe seperti makan sayur tanpa garam, “kurang
afdhol”rasanya.
![]() |
Jajanan tradisional khas Makassar ini berbahan dasar
pisang yang dibakar lalu dipres hingga gepeng, selanjutnya disiram dengan saos.
Awalnya, saosnya terbuat dari gula merah yang dicairkan, namun belakangan saos
pisang epe kemudian bervariasi, ada saos coklat, juga sari durian. Pembeli juga
bisa meminta pisangnya diberi parutan keju.
Pisang yang digunakan untuk membuat pisang epe adalah
pisang raja yang belum terlalu masak dan tidak lembek. Dinamakan pisang epe
karena sesudah dibakar, pisang ditekan dengan alat pres sederhana yang terbuat dari 2 buah balok kayu.
Kata ‘epe’ berasal dari bahasa Makassar yang
berarti ‘jepit’, jadi pisang epe artinya pisang bakar yang dijepit
dan menjadi gepeng. Sepiring pisang epe coklat dijual dengan harga Rp 6000,- berisi
tiga buah pisang. Rasanya manis dan gurih apalagi dengan campuran gula merahnya
yang ditaburi dengan parutan keju. Keju itu berfungsi untuk memberi rasa asin
dan gurih sekaligus menetralkan manisnya kuah coklat yang dicampur gula merah.
Sepiring pisang epe cukup bisa mengobati rasa rindu yang mengganjal.
Sebenarnya pisang epe bisa juga dipesan bungkus,
tapi menikmati pisang epe langsung di tempat memiliki keasyikan tersendiri,
apalagi dinikmati selagi masih hangat, nampaknya penjual pisang epe memahami
betul selera pelanggannya, mereka menyediakan beberapa bangku plastik untuk
para pembeli yang ingin menikmati pisang epe di tempat.
“Kalau mauki rasakan nikmatnya pisang epe aneka
rasa, datang meki ke Makassar.” Kata Dg.Puji, salah seorang penjual pisang epe
di pantai Losari setengah berpromosi.
(Penulis : Khairil Anas / Sulsel 3A)
(Penulis : Khairil Anas / Sulsel 3A)



0 komentar:
Posting Komentar