Selasa, 23 April 2013

Pisang Epe Makassar Peredam Rindu

Makassar Pa'rasangan ta

Bila anda menginjakkan kaki di kota Makassar, sempatkanlah berjalan-jalan mengitari kota Anging Mammiri, nama lain dari kota Makassar yang bermakna ‘angin sepoi-sepoi’. Cukup dengan duduk-duduk di pelataran pantai Losari, kita sudah bisa menikmati semilirnya Anging Mammiri.

Semilirnya Anging Mammiri akan memanjakan setiap  pengunjung pantai Losari untuk betah duduk berlama-lama hingga tak terasa mentari telah surut menuju peraduan di balik cakrawala. Namun jangan buru-buru beranjak dulu, sebab seiring menghilangnya mentari di ufuk barat, satu pemandangan alam berupa sunset akan segera tersaji di depan mata,  Konon ‘sunset’ pantai Losari merupakan sunset terindah di dunia.

Makin senja, suasana pelataran pantai Losari makin ramai. Selain menikmati sunset, pengunjung juga bisa menikmati jajanan “pisang epe”. Khusus untuk jajanan khas Makassar yang satu ini hanya dapat dijumpai saat sore menjelang senja hingga tengah malam.
“Pisang epe memang cocoknya dimakan malam, untuk menghangatkan badan,”ujar Daeng Rumpa, salah seorang penjaja pisang epe di jalan Penghibur, tidak jauh dari pantai.


Jejeran penjual pisang epe yang seketika memenuhi tepian jalan di sepanjang garis pantai Losari Makassar bersamaan berakhirnya siang, seakan menjadi penanda tibanya awal malam. 
Tanpa komando, ratusan gerobak penjual pisang epe segera berjejer rapi siap melayani pelanggan, sebuah pemandangan rutin menjelang senja.

“Ini yang membuat saya selalu rindu untuk kembali segera ke Makassar,”bathinku sambil memesan sepiring pisang epe.

Oiya, saking asyiknya sampai-sampai saya hampir lupa menjelaskan apa itu “Pisang epe”. Pisang epe merupakan jajanan favorit bagi orang-orang yang mengunjungi pantai Losari. Berkunjung ke pantai Losari tanpa menikmati jajanan pisang epe seperti makan sayur tanpa garam, “kurang afdhol”rasanya.

Jajanan tradisional khas Makassar ini berbahan dasar pisang yang dibakar lalu dipres hingga gepeng, selanjutnya disiram dengan saos. Awalnya, saosnya terbuat dari gula merah yang dicairkan, namun belakangan saos pisang epe kemudian bervariasi, ada saos coklat, juga sari durian. Pembeli juga bisa meminta pisangnya diberi parutan keju.

Pisang yang digunakan untuk membuat pisang epe adalah pisang raja yang belum terlalu masak dan tidak lembek. Dinamakan pisang epe karena sesudah dibakar, pisang ditekan dengan alat pres sederhana  yang terbuat dari 2 buah balok kayu.

Kata ‘epe’ berasal dari bahasa Makassar yang berarti ‘jepit’, jadi   pisang epe artinya pisang bakar yang dijepit dan menjadi gepeng. Sepiring pisang epe coklat dijual dengan harga Rp 6000,- berisi tiga buah pisang. Rasanya manis dan gurih apalagi dengan campuran gula merahnya yang ditaburi dengan parutan keju. Keju itu berfungsi untuk memberi rasa asin dan gurih sekaligus menetralkan manisnya kuah coklat yang dicampur gula merah. Sepiring pisang epe cukup bisa mengobati rasa rindu yang mengganjal.

Sebenarnya pisang epe bisa juga dipesan bungkus, tapi menikmati pisang epe langsung di tempat memiliki keasyikan tersendiri, apalagi dinikmati selagi masih hangat, nampaknya penjual pisang epe memahami betul selera pelanggannya, mereka menyediakan beberapa bangku plastik untuk para pembeli yang ingin menikmati pisang epe di tempat.

“Kalau mauki rasakan nikmatnya pisang epe aneka rasa, datang meki ke Makassar.” Kata Dg.Puji, salah seorang penjual pisang epe di pantai Losari setengah berpromosi.
(Penulis : Khairil Anas / Sulsel 3A)

0 komentar:

Posting Komentar

Sewa Vila

Sewa Vila
vila murah 2kamar